topbella

Rabu, 26 Juli 2017

Revision Plan [2] (Yang Sudah Baca Revision Plan Sebelumnya Wajib Baca Ini!!)

Sebenernya postingan Revision Plan yang sebelumnya enggak ada niat mau dibikin bersambung *pada hari yang sama pula 😅*, tapi habis aku sibuk mencari-cari template yang cocok di website khusus template blogger langgananku (bagi yang tidak mengerti kenapa temanya tentang template harap baca dulu postingan sebelumnya), aku langsung bingung mau milih yang mana. Banyak banget yang bagus! Aku awalnya pilih-pilih dari kategori Simple, tapi sebagian besar itu terlalu simple, dan walaupun aku sudah 'sesumbar' bilang bakal merevisi blog ini jadi sederhana, kayaknya aku harus menarik kembali ucapanku itu 😔

Masalahnya, pertama, seleraku memang sudah beda sama waktu dulu milih template yang sekarang (aku baru tahu nama templatenya: Where Flowers Gone *kalo enggak salah*). Tapi, bedanya enggak atau belum terlalu jauh. Habisnya, setelah aku hanya dapat 1 template dari kategori Simple yang kumasukkan ke 'nominasi' *suer, dari 27 halaman kategori Simple, yang entah per halamannya ada berapa, kurang lebih 10, aku enggak nemu yang cocok sama seleraku! Percayalah, cuma satu yang lumayan*, aku keluar dari website template blogger langgananku itu dan memilih search di Google. Hasilnya, di halaman pertama aku sudah menemukan beberapa website. Kubuka satu, tapi, ugh, enggak deh. Jadi, aku buka website berikutnya. Hampir sama dengan yang pertama sih, tapi aku pengen buru-buru selesai, jadi aku klik kategori Floral (awalnya mau Simple lagi tapi enggak jadi, sama aja, ter-la-lu sederhana 😔). Dan wuah! Aku langsung bingung *lagi*. Tapi habisnya ini KEREN BANGET *duh, saking bagusnya jadi mencet caps buat penekanan*! Namanya aja Floral, dan langsung yang muncul itu semua template yang temanya flower atau greeny atau ah, pokoknya serba hijau, deh! Karena awalnya aku emang masih niat mau nyari yang enggak terlalu rame, aku scroll cepet aja, karena di halaman-halaman pertama itu, walaupun bagus, terlalu rame. Sebagian besar template itu modelnya hampir sama dengan punyaku sekarang. Cuma gambar headernya aja yang beda-beda. Tapi justru gambar-gambar header serba hijau itu yang bikin aku terpikat. Selain aku suka hijau, penataan gambarnya keren bangets!

Jadi, semakin banyak template yang kulihat (ada beberapa yang walaupun rame, aku lihat dulu lebih jelas), tekadku untuk menjadi lebih sederhana sedikit demi sedikit pudar *haduh, dasar aku emang orangnya plinplan* dalam beberapa menit. Ujung-ujungnya, aku mulai berpikir untuk mengambil saja salah satu *ya iyalah satu, emang bisa pake dua template di satu blog?!* yang rame itu. Yaps, keindahan header hijau-hijau itu sukses bikin aku berubah pikiran. Tapi, keinginan jadi lebih sederhana itu masih ada juga, jadi aku memutuskan untuk memilih template yang bagus tapi enggak terlalu rame biar enggak silau 😂 Oke, karena laptop yang sedang kupakai mau dipake papaku tadi pagi, aku close dulu saja website itu dan berencana membukanya lagi nanti, saat sudah siap.

Intinya, aku tetap enggak suka sama template yang sekarang. Selain karena aku masih menganggapnya terlalu rame *angger deh, Kiaaa 😂*, gambar biola yang gede itu udah jadi masa lalu. Dulu aku suka karena emang waktu itu lagi les biola, makanya ngerasa template itu cocok sama aku. Tapi sekarang aku juga udah berhenti les, dan udah enggak tertarik lagi latihan biola. Ya, moodku itu gampang banget berubah. Mending aku balik lagi aja ke piano/keyboard. Ya, walaupun sama-sama udah enggak les, tapi aku memang lebih bisa dan lebih suka dengan piano. Btw, ini topik kok muter-muter ya? Ah, back to the topic deh. Pokoknya, aku sudah enggak suka sama template yang sekarang dan pengen ganti! Yang lebih cocok sama seleraku, warnanya bagus, enggak terlalu rame, layoutnya aku suka, dan yang paling penting, ENGGAK ADA BIOLANYA. Huff, ya ampun, jadi kasihan juga sama biolanya, pernyataannya di-caps segala... ah, udahlah.

Nah, sebelum topiknya tambah kacau, lebih baik aku tulisin paragraf penutup. Kesimpulannya, aku bakal tetap ganti gaya bahasa dan template, tapi standar templatenya kuubah. Jadi, sebenernya nyesel juga aku udah bikin postingan sebelumnya dengan terlalu berapi-api *dan berantakan XD*. Tapi kalau mau dihapus juga, sayang. Ya udah, makanya aku bikin postingan ini. Sori ya, mungkin ada pembaca *kalo ada yang baca 😁* yang kebingungan gara-gara isi postingan yang tabrak-tabrakan. Maklum, penulisnya emang rada gitu 😂. Ya udahlah, sudah sore, nanti aku mau menyeleksi template dulu. Besok insya Allah sudah berubah jadi penampilan baru, deh! Yah, kalau nemu template yang cocok, sih 😋 Oke deh, bye bye!

Revision Plan

Well, here I am, writing in this blog again. And once again, I'm writing in English. Why? I don't know, maybe because I love English? Well, honestly, rather than Indonesian, English is a very good language when you have to describe something. I once translated an English text into Indonesian, and when I compared it, I hated it! Well, besides that I'm bad at translating 😛, it is very visible that it is a 'translated text', not an original text from Indonesia. So I better use English. Besides, I use Indonesian in my daily life, and I want to try and improve my English in my writing. I hope you Indonesian readers are not disturbed by it 😄

Now, what I'm going to write? Well, actually, I have no idea 😋 No, no, do not leave! I haven't finished. I still have something to say, but maybe it is not too interesting. Hmm... let me think for a while...

Oke, enough! Post ini sudah ku-draft sebulan lebih dan enggak kelar-kelar. Jadi, daripada kasihan melihat dia bengong menunggu 'nasib' 😂 yang enggak jelas, mending aku back to Indonesian aja. Iyalah, baru kepikiran juga, harusnya aku proud to be an Indonesian dong, pake bahasa Indonesia, bukannya malah pake bahasa asing dari planet, eh, negara lain. Hmm.. daripada basa-basi terus, mending aku langsung to the point aja, ya. Tapi yakinlah, isi post ini enggak akan sama isinya dengan ide post yang aku pikirkan waktu pertama kali nulis paragraf pertama sebulan lalu! Beda topik pastinya. Oke, aku bakal langsung mulai.

Kemarin aku 'enggak sengaja' nemu blognya Kak Sri Izzati gara-gara ada notifikasi Twitter yang masuk ke e-mailku (entah kenapa di notifikasi itu ada tweet-nya Kak Izzati, padahal aku jelas-jelas enggak belum follow. Jadi, penasaran dengan judul post di blog-nya Kak Izzati yang dishare di tweet-nya itu, aku buka profile Twitternya dan taraaa! Kutemukan link blognya. Langsung aku buka di new tab, dan begitu aku klik Follow, aku close Twitter dan masuk ke sana. Aku scroll down, baca-baca sebentar, terus aku buka Archive-nya, dan mulai melihat-lihat dari post paling lama. Jujur saja, postingan-postingannya menarik, dan bahasanya juga pake bahasa sehari-hari, gaya bahasa yang aku suka. Yeah, mengunjungi blog penulis memang biasanya menarik, selain punya Kak Izzati itu, ada juga punyanya Teh Kirana atau punya Ailsa, teman Homeschoolingku.

And, gara-gara baca blog itu, aku jadi ketusuk suntikan ide, dan langsung menumpuk di pikiranku semua hal yang pengen aku tulisin di blog. Maunya tadi malam, tapi enggak sempat 😕 Nah, jadi, intinya begini: aku pengen membuat revisi besar-besaran di blog ini. Satu, template-nya. Template ini rasanya sudah kekanak-kanakan. Yah, walaupun bagus, rasanya terlalu rame, dan secara anak SMA *cie* yang rata-rata kulihat pake template sederhana buat blognya. Sederhana itu maksudku enggak rame kayak punyaku. Template ini sudah kupakai sejak *bentar, cek G+ dulu, aku pernah share tentang itu di sana* September 2015. Ya, hampir dua tahun. Dan waktu itu aku masih *pikir sebentar* kelas 2 SMP. Heuh, jadi mikir, apa aku dulu yang masih kekanak-kanakan atau seleraku terlalu aneh atau apa? *maaf kalau ada pemilik blog 'yang lucu' yang tersinggung* Temen-temen HS-ku yang komen di G+ bilang blognya jadi bagus, jadi lebih lucu, lebih cute, fontnya lebih bagus... Iya, itu dulu. Dulu juga aku sempet pengen ganti template, tapi rasanya sayang, habisnya emang bagus sih. Tapi sekarang aku beneran pengen ganti penampilan! Hm, mungkin pribadiku sendiri yang jadi lebih sederhana *sok banget* 😂 Biasanya selera itu tergantung pribadinya bukan? *eh, ini teorinya emang ada enggak sih? 😋*

Btw, kalau ada yang merasa heran karena gaya menulisku tiba-tiba beda begini, hm, kayaknya aku ketularan gaya nulis Kak Izzati 😅 Oh ya, terus ini rencana revisi yang ke-2. Selama ini, sejak pertama kali punya blog bertahun-tahun yang lalu (entah kapan), aku selalu pake bahasa formal. Iyah, enggak formal banget kayak surat resmi juga sih, tapi pokoknya enggak terlalu banyak pake singkatan, pake ejaan kata yang 'tidak baku' yang biasanya dipake di bahasa sehari-hari, dan pake gaya bahasa yang sehari-hari banget. Jadi, kadang aku sendiri malah enggak suka tiap baca lagi postingan-postingan lama. "Eugh, ini apaan sih, kok gaya bahasanya gini" aku ngomel sendiri tiap baca-baca itu, apalagi postingan yang sudah lama banget. Kalau sekarang-sekarang sih, sudah agak beda. Alasannya dulu aku 'formal' gitu karena rasanya malu kalau pake bahasa sehari-hari, habisnya blog itu kan, bisa dibaca orang lain, kecuali kalau dibikin private. Yah, mungkin aku lama-lama enggak suka karena gaya nulisku itu, (sebenarnya bukan cuma di blog, di naskah cerpen/novel/artikel juga gitu 😐) beda sama gaya bicaraku. Jadi kayak bukan tulisanku, gitu. Orang biasanya bisa ketebak kan, gimana kepribadiannya dari tulisannya *yang ini kalo enggak salah emang ada teorinya 😁*. Nah, aku enggak yakin kalau gaya tulisanku itu menggambarkan kepribadianku yang sebenarnya. Gitu-gitu aja gayanya, padahal aku ini orangnya kalau ngomong, ya, gitu deh. Sama sekali enggak kayak tulisan-tulisanku itu. Hm, apa aku emang orangnya jaim, ya? Iyah, sepertinya begitu *tanya sendiri jawab sendiri 😅*

Jadi, kesimpulannya, aku pengen nyobain nulis dengan gayaku yang sebenarnya *apakah emang sebenarnya begini gayaku?* Aku pengen tahu apakah aku nyaman atau tidak saat membacanya lagi. Satu lagi, blogku ini menurut statistik, seringnya dikunjungi oleh orang luar negeri. Ya, aku memang menyediakan fitur Google Translate di blog ini. Tinggal pilih bahasa yang diinginkan, taraa, bahasanya langsung switch. Tapi, aku pernah sekali nyobain translate ke bahasa lain pake fitur itu. Ternyata, kata-kata yang ejaannya 'tidak baku', rata-rata tidak bisa di-translate oleh Google Translate. Jadi kata-kata itu tetap murni seperti aslinya. Alhasil, aku jadi mikir, berarti bahasa 'formal'ku itu bikin orang luar negeri jadi lebih mudah baca blogku karena Google Translatenya tidak terlalu kesulitan menerjemahkan. Tapi kalau aku pake bahasa sehari-hari, pasti dia enggak akan bisa menerjemahkan dan kata-kata yang tidak bisa diterjemahkan bakal tetap seperti aslinya, yang pasti bikin orang luar yang baca bingung. Bahkan untuk postingan yang berbahasa Inggris, ada yang tidak bisa diterjemahkan oleh Google Translate 😏 Ah, tapi, aku sepertinya akan menghapus fitur itu dan pake bahasa 'lain' buat menulis di blog ini. Tak apalah pengunjungnya jadi sedikit, tapi semuanya orang Indo. Kecuali kalau orang-orang luar negeri itu copas dari sini ke website Google Translate-nya. Mungkin bisa.

Jadi, begitulah. Maaf kalau ada yang merasa tidak suka dengan rencana-rencana revisi ini. Siap-siap melihat penampilan baru, ya. Dan kurasa, aku akan memulai revisinya itu dari sejak aku mem-publish postingan ini. Yang berarti akan dimulai dari...

SEKARANG.
Foto Saya
Kia Mardhiatunnisa
A talkative girl who wishes to be a good writer.
Lihat profil lengkapku